Kamis, 26 Juli 2012

Istilah di dunia maya


repot juga kalau mau dihafal semua istilah didunia maya ini :

AAMOF – As A Matter Of Fact = Seperti dijelaskan pada fakta (?)
AFAIK – As Far As I Know = Sejauh yang saya tahu
AFAIC – As Far As I’m Concerned = Sejauh yang saya konsern
AFAICT – As Far As I Can Tell = sejauh yang saya bisa ceritakan
AFK – Away From Keyboard = lagi jauh dari papan-ketik
            (jika terpaksa meninggalkan chat-room karena sesuatu hal)
ASAP – As Soon As Possible = sesegera mungkin
ASL – Age, Sex, LocationS = Umur, Jenis genital, lokasi
BAK – Back At Keyboard = Kembali ke papan-ketik
BBL – Be Back Later = Akan kembali nanti (jika hendak meninggalkan chat-room sementara waktu)
BITMT – But In The Meantime = Tetapi dalam kurun waktu
BOT – Back On Topic = kembali ke topik
BRB – Be Right Back = Saya kembali…
BTW – By the way
C4N – Ciao For Now = idem dengan
CU – See you = sampai jumpa (untuk keluar/mengakhiri chat/topik)
CMIIW – Correct Me If I’m Wrong = Perbaiki saya jika saya salah
CRS – Can’t Remember “Stuff” = Tidak ingat “benda” yang dimaksud
CU – See You = idem C4N
CUL(8R) – See You Later = idem C4N
CWOT – Complete Waste Of Time = Sangat menghabiskan waktu saja
CYA – See Ya = idem C4N
DIY – Do It Yourself = Kerjakan sendiri
EOD – End Of Discussion = akhir diskusi
EZ – Easy =gampang, mudah
F2F – Face To Face = kopdar, ketemuan fisik
FAQ – Frequently Asked Questions = hal-hal yang sering ditanyakan
FBOW – For Better Or Worse = untuk baik atau buruk
FOAF – Friend Of A Friend = teman dari teman
FOCL – Falling Off Chair Laughing = sampai jatuh dari bangku karena tertawa (menertawakan sesuatu yang sangat lucu, hampir sama dengan LOL – Laughing Out Loud)
FWIW – For What It’s Worth = Untuk apa itu berguna
FYA – For Your Amusement = Untuk kesenanganmu (biasanya merujuk pada games)
FYI – For Your Information = Untuk informasimu (biasanya untuk memberikan informasi tertentu)
/ga – Go Ahead = ayolah
GAL – Get A Life = dapatkan hidup(mu) (biasanya merujuk untuk orang yang addicted (kecanduan) pada sesuatu hingga lupa makan, tidur atau minum)
GBTW – Get Back To Work = kembali kerja
GFC – Going For Coffee = pergi untuk minum kopi
GFETE – Grinning From Ear To Ear = bisik-bisik (?)
GMTA – Great minds think alike = sebagian besar pemikiran (orang) berpikir sama
GR&D – Grinning, Running & Ducking = kernyih, berlarian dan menunduk
GTG – Got To Go = Harus pergi
GTGTTBR – Got To Go To The Bathroom = harus pergi ke kamar kecil
GTRM – Going To Read Mail = mau baca surat elektonik
HAND – Have A Nice Day = semoga mendapatkan hari baik
HHOK – Ha Ha Only Kidding = Ha ha hanya bercanda
HTH – Hope This Helps = Berharap ini dapat menolong (biasanya merujuk pada sebuah artikel)
IAC – In Any Case = Pada kasus apapun
IAE – In Any Event = Pada event apapun
IC – I See = saya mengerti
IDGI – I Don’t Get It = saya tidak mengerti
IMCO – In My Considered Opinion = dalam anggapan saya
IMHO – In my humble opinion = dengan kerendahan hati, pendapat saya….
IMNSHO – in My Not So Humble Opinion = dengan tidak rendah hati, pendapat saya (kebalikan IMHO)
IMO – In My Opinion = dalam pendapat saya
IMPE – In My Personal Experience = dalam pengalaman pribadi saya
IMVHO – In My Very Humble Opinion = dengan sangat rendah hati, pendapat saya….
IOW – In Other Words = dengan kata lain
IRL – In Real Life = dalam kehidupan sesungguhnya
ISP – Internet Service Provider = Penyedia jasa internet
IYKWIM – If You Know What I Mean = Jika kamu tahu apa yang saya maksud
JIC – Just In Case = hanya dalam kasus tertentu
J/K – Just kidding = hanya bercanda
KISS – Keep It Simple Stupid = buat itu gampang, [*red : sorri kata terakhir artikan sendiri]
L8TR – Later = nanti
LD – Later dude = nanti bung
LOL – Laughing Out Loud = tertawa terbahak-bahak
LTNS – Long Time No See = sudah lama tidak jumpa
MorF – Male or Female, or person who asks that question = laki-laki atau perempuan, atau orang yang bertanya
MTCW – My Two Cents Worth = berharga dua sen (biasanya untuk meledek sesuatu yang dianggap “murahan”)
NRN – No Reply Necessary = tidak perlu dibalas
ONNA – Oh No, Not Again! = oh tidak, tidak lagi!
OTOH – On The Other Hand = dalam tangan lainnya
OTTOMH – Off the top of my head = di atas kepala saya
OIC – Oh I See = oh saya mengerti
OOT – Out Off Topic = Diluar Bahasan
OTF – On The Floor = di atas lantai
OLL – Online Love = cinta online
PLS – Please = silahkan
PU – That Stinks! = Itu bau! (Untuk berseru ketika menemukan sesuatu yang menjengkelkan)
REHI – Hello Again (re-Hi!) = halo lagi
ROFL – Rolling On Floor Laughing = Tertawa sampai terguling-guling di lantai
ROTF – Rolling On The Floor = berguling-guling di lantai
ROTFL – Rolling On The Floor Laughing = idem ROFL
RSN – Real Soon Now = Sesegera mungkin
RTDox – Read The Documentation/Directions = Baca dokumentasi/Petunjuk
RTFM – Read The Frickin’ Manual = Baca manual
RUOK – Are You OK? = Apakah kamu ok?
SNAFU – Situation Normal; All Fouled Up = Situasi normal; semua dibohongi (setelah adanya provokasi (biasanya dari spammer))
SO – Significant Other = sama dengan yang lain
SOL – Smiling Out Loud (or Sh*t Out of Luck) = Tersenyum lebar-lebar
TANSTAAFL – There Ain’t No Such Thing As A Free Lunch = Tidak ada yang penting seperti makan siang gratis
TAFN – That’s All For Now = Itu semua untuk sekarang
TEOTWAWKI – The End Of The World As We Know It = Kiamat seperti yang kita tahu
THX – Thanks = terima kasih
TIA – Thanks In Advance = terima kasih sebelumnya
TLK2UL8R – Talk to you later = bicara denganmu nanti
TMK – To My Knowledge = dari pengetahuan saya
TOS – Terms Of Service = Aturan dari pelayanan
TPTB – The Powers That Be = Pemilik kekuatan yang bisa
TSWC – Tell Someone Who Cares = Ceritakan seseorang yang peduli
TTBOMK – To The Best Of My Knowledge = Dari pengetahuan terbaik saya
TTFN – Ta-Ta For Now = idem CU
TTYL(8R) – Talk To You Later = idem TLK2UL8R
TWIMC – To Whom It May Concern = Untuk siapa saya yang peduli
Txs – Thanks = terima kasih
URL – Web Page Address = alamat laman
w/b – Welcome Back = Selamat datang/ kembali lagi
w/o – Without = tanpa
WRT – With Regard To = dengan penghargaan ke
WTG – Way To Go = arah, sesuatu akan dimulai
WU? – What’s Up? = apa yang terjadi?
WWW – World Wide Web = Jejaring Besar Dunia
WYSIWYG – What You See Is What You Get = Apa yang kamu lihat itulah yang kamu dapat
Y2K – Year 2000 = tahun 2000
YGIAGAM – Your Guess Is As Good As Mine = Tebakanmu seperti saya
YGWYPF – You Get What You Pay For = Apa yang kamu dapat itu yang kamu bayar
YMMV – Your Mileage May Vary = [*red yang ini susah terjemahinnya ni...]
ZZZ – Sleeping = Tidur


Sabtu, 21 Juli 2012

Bung Karno dalam warna

Tidak banyak kita melihat  Bapak Proklamasi kita dalam photo berwarna.





Rabu, 02 Mei 2012

Daun Africa (South Africa Leaf ) / Nan Fei Shu


 Di Cina Daun Afrika Selatan ternyata sudah sejak dulu dikenal oleh masyarakat sebagai tanaman obat yang sangat mujarab. Mereka menyebutnya Nan Fei Shu. Di sebagian daratan Cina ada yang menyebut Nan Hui Ye.  Konon tanaman ini dahulu digunakan oleh kalangan petinggi di lingkungan kekaisaran Cina sebagai obat untuk berbagai penyakit. Sehingga para petinggi pada masa kekaisaran Cina banyak yang menanam Nan Fei Shu di halaman belakang rumah.

 Di Asia Tenggara sendiri, terutama di Malaysia dan Singapura, Daun Afrika Selatan sudah banyak sekali digunakan. Sebagian masyarakat Malaysia menyebutnya dengan  "Daun Kupu kupu" (butterfly leave) Kegunaan yang paling menonjol adalah untuk pengobatan diabetes, hipertensi, mengurangi kolesterol jahat, asam urat, pengerasan hati bahkan kanker hati dan pembuangan racun dari tubuh (detoksifikasi).

 Daun Afrika Selatan ini bermanfaat untuk mencegah berbagai macam penyakit, yakni : Diabetes, Gangguan Hati bahkan Kanker Hati, Susah Tidur, Kolestrol, Darah Tinggi, Infeksi Persendian, Kesemutan, Demam, Pusing Kepala, Silinder, Menambah Nafsu Makan, Infeksi Kerongkongan, Menguatkan Fungsi Paru-paru, Menghilangkan Dahak, Melancarkan Buang Air Seni, Bengkak Pada Bagian Kaki, Menguatkan Fungsi Lambung, Raumatik, Batuk, Antibiotik / Menghilangkan Racun, Menghilangkan Flek Flek Hitam.



 
  Hindari jika merebusnya hingga mendidih karena dapat menghancurkan enzim yang dikandungnya. 

Ambil 3 ~ 5 lembar daun afrika ini dan rebus dengan 1 gelas air, dan sebaiknya jangan sampai sampai mendidih. Dapat juga dimakan dengan cara dikunyah.
Atau dapat dibuat juice, ambil 3 - 4 helai daun, potong-potong kecil. 2 Apel hijau, jus dengan juicer.


 Jika anda berada di kota Jambi dan membutuhkan daun ini dapat menghubungi saya di email : togibm@gmail.com
 

sumber : http://naturindonesia.com/diabetes-militus/daun-afrika-selatan.html
              http://daunafrikaselatan.blogspot.com/

Kamis, 05 April 2012

Sudahkan Anda Membaca al-Qur’an Hari Ini…?

بسم الله الرحمنِ الرحيم. الحمد لله رب العالمين وصلى الله على سيدنا محمد النبي الأمي وآله الطاهرين وصحابته أجمعين
Alhamdulillah, Kitabullah al-Karim, kitab Allah mulia yang diturunkan atas nabi kita Rasulullah Muhammad SAW masih berada di pangkuan kita tanpa kurang atau bertambah satu huruf pun. Tidak ada yang sanggup dari kerajaan yang bagaimanapun besarnya di dunia untuk menambah atau mengurangi ayat al-Qur’an al-Karim itu. Sekalipun semua manusia dan jin seluruhnya dikumpulkan untuk mendatangkan seumpama Al Qur’an al-Karim maka mereka sekali-kali tidak akan sanggup membuatnya walaupun hanya satu baris apalagi dua baris.
Allah SWT yang akan senantiasa menjaga dan memelihara al-Qur’an al-Karim, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:
إنا نحن نزلنا الذكر وإنا له لحافظون
Yang artinya: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS al-Hijr: 9)
Jaminan penjagaan Allah SWT terhadap al-Qur’an al-Karim ini menjadikannya tetap dalam keasliannya sebagaimana ia diturunkan. Al-Qur’an al-Karim tetap kokoh berdiri hingga sekarang, kemuliannya tak terkontaminasi oleh segala cela dan tidak ternodai oleh campur tangan kotor manusia. Al-Qur’an al-Karim senantiasa tetap terjaga dan terpelihara dari berbagai perubahan dan penggantian sampai hari kiamat nanti sehingga dakwah Nabi Muhammad SAW akan tetap berlaku hingga hari kiamat. Sampai suatu hari nanti, di akhir zaman, al-Qur’an yang mulia tulisannya diangkat oleh malaikat. Malaikat angkat tulisan al-Qur’an al-Karim yang berada di dalam mushaf al-Qur-an yang mulia itu sehingga tiba-tiba pada suatu masa hanya tinggal kertas belaka, tidak ada tulisannya lagi.
Kita mesti bersyukur karena al-Qur’an al-Karim masih bisa kita temui di mana-mana, di rumah kita, di musholla, masjid, madrasah, majelis ta’lim, pondok pesantren, perkantoran, dan lain sebagainya. Umat Muslim mestinya bangga dengan al-Qur’an yang mulia, cinta kepada al-Qur’an al-Karim. Itulah Muslim yang sesungguhnya. Tapi, apakah kita layak disebut seorang Muslim? Jawabannya gampang saja. Berapa lama kita meluangkan waktu dalam sehari untuk baca dan memahami isi kandungan al-Quran al-Karim?
Sudahkan Anda Membaca al-Qur'an Hari Ini?
Coba bandingkan, berapa cepat kita membaca koran dan al-Quran al-Karim setiap hari? jawabannya, banyak kaum Muslim, lebih cepat membaca koran dibanding kitab suci pegangan mereka sendiri. Padahal, membaca al-Qur’an al-Karim merupakan ibadah yang paling utama dan dicintai Allah SWT. Sekali lagi, al-Qur’an al-Karim adalah dijadikan ibadah dalam membacanya dan akan diberikan pahala yang besar oleh Allah SWT bagi orang yang membacanya. Ya, membaca al-Qur’an al-Karim adalah ibadah.
Dalam hal ini para ulama sepakat, bahwa hukum membaca al-Qur’an al-Karim adalah wajib ‘ain. Ini berarti setiap individu yang mengaku dirinya Muslim harus mampu baca al-Qur’an al-Karim dengan baik dan benar. Kalau tidak, maka ia berdosa. Karena bagaimana mungkin kita mengamalkan al-Qur’an al-Karim tanpa mau membaca dan memahaminya. Beriman terhadap al-Qur’an al-Karim bukan sekedar percaya saja, namun mesti dibuktikan dengan implementasi yang nyata sebagai tuntutan dari iman tersebut yaitu membaca, memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sungguh membaca al-Qur’an al-Karim adalah keuntungan dan ibadah yang sangat besar pahalanya di sisi Allah SWT. Lebih-lebih bagi orang yang mengetahui maknanya atau artinya dalam pembacaan al-Qur’an al-Karim itu akan diberi pahala yang berlipat ganda lebih besar. Tapi, kalau orang membaca al-Qur’an al-Karim hanya maknanya saja maka itu bukan membaca al-Qur’an al-Karim.
Cobalah tengok, kini sudah banyak orang membaca al-Qur’an al-Karim hanya maknanya dan tidak lafadznya. Padahal, makna al-Qur’an al-Karim itu bisa bermacam-macam tetapi lafadznya tidak ada perubahan. Dijadikannya al-Qur’an yang mulia sebagai bentuk ibadah dalam membacanya adalah lafadznya bukan maknanya. Yang paling sempurna dengan kita membaca lafadznya dulu sebelum membaca maknanya. Akan tetapi, pada suatu saat nanti ini akan berkurang, berkurang, dan berkurang karena orang sudah tidak bisa membaca lagi huruf al-Qur’an al-Karim. Dan ini sudah tampak, betapa banyak orang yang mengaku Muslim, mengaku umat Islam, mengaku umat Nabi Muhammad Rasulullah SAW, tetapi tidak bisa baca huruf al-Qur’an al-Karim.
Kita sadari atau pun tidak, kalau kita mau jujur pada diri sendiri, anak-anak zaman sekarang ini sudah jauh dari al-Qur’an yang mulia. Tidak menyesal seorang ayah dan ibu kalau anaknya buta huruf al-Qur’an al-Karim. Tidak menyesal orang tua yang melihat anaknya tidak bisa membaca al-Qur’an al-Karim. Tidak ada penyesalan sama sekali dalam meninggalkan al-Qur’an al-Karim, tidak disentuh lagi itu al-Qur’an yang mulia, tidak dibuka lagi itu al-Qur’an yang mulia, apalagi membacanya. Baca al-Qur’an al-Karim jauh daripada kita. Siang dan malam hari, al-Qur’an yang mulia tidak hampir kepada kita.
Allah SWT memberikan kita waktu 24 jam dalam sehari. Selama seharian itu, kita sering terbuai oleh aktivitas kerja sehari-hari, kita asyik mengobrol dan berbincang dengan teman, asyik menonton acara televisi dan asyik membaca koran ataupun majalah. Semua itu kita mampu lakukan berlama-lama hingga tanpa terasa waktu 24 jam kita telah habis berganti. Aktivitas ini terus berulang kita lakukan. Tapi, bila kita dihadapkan untuk berbicara, berinteraksi dengan Allah SWT melalui surat cinta yang diturunkan-Nya tak mampu kita lakukan. Kita malah berpaling dan membelakanginya dengan berbagai alasan seolah tiada guna dan manfaatnya. Tidak terbesit dalam diri kita untuk meluangkan waktu sedikit saja untuk membaca al-Qur’an al-Karim.
Ingatlah, Rasulullah Muhammad SAW sudah berpesan kepada kita bahwa orang yang paling baik menjadi umat Nabi SAW adalah yang belajar dan yang mengajar al-Qur’an al-Karim. Sayangnya kita menutup telinga kita rapat-rapat pesan mulia yang disampaikan Rasulullah Muhammad SAW ini. Kita harus jujur memang baru seperti ini kadar keimanan kita. Buktinya, kalau buka akademi al-Qur’an al-Karim rasanya sepi peminatnya. Yang gratis tidak dipungut biaya sekalipun masih enggan belajar al-Qur’an al-Karim. Dan sering kita mendengar seseorang berkata,
“Zaman udah canggih begini masih saja belajar Qur’an? Kuno, jadul banget sih, nggak gaul, hari gini masih ngaji Qur’an, ngapain?“.
Orang-orang seperti ini akan ditonton besok di hari kiamat dan al-Qur’an al-Karim akan menjelma dan mengadu di hadapan Allah SWT,
“Ya Rabb, orang ini hinakan aku, aku akan jerumuskan dia ke dalam neraka“.
Rasulullah Muhammad SAW bersabda bahwa siapa yang menjadikan al-Qur’an al-Karim di belakangnya, dia tidak buka, dia tidak baca, dia tidak senang, maka al- Qur’an al-Karim akan mendorong orang itu ke dalam api neraka Jahannam. Na’udzubillah.
Begitulah kondisi umat Islam saat ini yang berat rasanya kaki melangkah untuk belajar al-Qur’an yang mulia itu yang menjadi kitab suci pedoman hidup mereka. Tapi lihatlah sebaliknya, orang-orang akan antri dan berebut mendaftarkan anaknya di akademi-akademi bahasa asing. Tidak sedikit biaya yang mereka keluarkan demi masuk ke akademi bahasa asing tersebut. Mereka rela menempuh jarak ribuan mil demi mendaftarkan anaknya ke akademi tersebut. Musholla, masjid, dan madrasah-madrasah yang ada di dekat rumahnya yang mengajarkan baca tulis al-Qur’an al-karim dilewati begitu saja. Tak ada istilah kata penyesalan dalam kamusnya bila anaknya tidak bisa baca tulis huruf al-Qur’an al-Karim yang penting bisa baca tulis bahasa asing. Ini Kalam Allah, Kalam Allah, Kalam Allah SWT yang mulia begitu tak ada harganya lagi dinilai kepada manusia yang katanya sudah maju dan modern. Begitu bangganya seseorang mampu berbahasa asing, mampu menulis huruf bahasa asing  tapi tidak mampu untuk membaca al-Qur’an yang mulia. Dia tidak kenal huruf al-Qur’an al-Karim.
Selama ini kita mampu membaca surat kabar, majalah dan buku setiap hari, namun tidak dengan al-Qur’an al-Karim. Kita mampu membaca dan mengkhatamkan surat kabar yang jumlah kata atau hurufnya hampir sama dengan 1 juz al-Qur’an al-Karim dalam waktu belasan menit, namun kita tidak mampu membaca beberapa halaman dari al-Qur’an al-Karim. Begitu pula kita mampu membaca majalah yang tebalnya seperempat atau sepertiga al-Qur’an al-Karim dalam waktu beberapa jam, namun giliranya membaca al-Qur’an al-Karim kita tidak mampu membaca beberapa juz dalam waktu yang sama. Bahkan kita mampu membaca dan mengkhatamkan buku novel, komik dan roman yang tebalnya sama dengan al-Qur’an al-Karim dalam waktu seminggu, namun kita tidak mampu mengkhatamkan al-Qur’an al-Karim dalam waktu yang sama, bahkan sebulan sekalipun. Inilah kondisi iman kita saat ini yang sangat lemah dan kritis.
Cobalah disamping kita membaca buku dan koran yang begitu banyaknya di pagi, siang, sore, dan malam hari, kita berikan waktu baca al-Qur’an yang mulia. Tidak akan rugi bagi orang yang membaca al-Qur’an al-Karim justru sebaliknya keuntungan besar yang bakal diraih. Ketahuilah, besok al-Qur’an al-Karim itu akan menjelma di hadapan Allah SWT untuk membela orang yang membacanya. Itu al-Qur’an al-Karim akan berbicara di hadapan Allah SWT,
“Ya Rabb, kalau malam orang itu baca aku, aku akan berikan syafaat kepada dia“.
Al-Qur’an al-Karim kelak akan memberikan syafaat kepada kita di saat kita sangat membutuhkan syafaat tersebut. Namun, bagaimana bisa al-Qur’an yang mulia mau memberikan syafaat kepada kita, sementara kita tidak mau kenal? Apakah ada orang yang mau memberikan syafaat dan pertolongan kepada orang yang dia tidak kenal? Coba kita pikir, sejenak pikiran kita layangkan, apakah ada orang yang kita tidak kenal kita mau berikan syafaat? apakah mau memberikan pertolongan? Al-Qur’an yang mulia akan bela orang-orang yang membacanya, al-Qur’an al-Karim bela itu orang yang membacanya,
“Ya Allah, dia baca aku kalau malam. Aku akan berikan syafaat kepada dia menolong supaya Engkau ampuni dosanya. Orang ini akan aku bawa ke dalam surga“.
Dan diterimalah syafaat al-Qur’an al-Karim di hari kiamat. Ini kita tidak berkenalan, anak kita nggak kenal al-Qur’an al-Karim, kita nggak bisa baca al-Qur’an al-Karim, istri kita nggak bisa baca al-Qur’an al-Karim lalu bagaiman al-Qur’an al-Karim mau bela mereka nanti, semasa mereka hidup saja tidak kenal dan tidak tahu serta tidak mau tahu tentang al-Qur’an al-Karim. Lalu bagaimana kalau ditanya,
“Siapa Imammu?“
Sementara mereka sudah hinakan itu al-Qur’an al-Karim, tidak mau baca, lihat baris huruf al-Qur’an al-Karim pun tidak begitu senang. Kemasukan apa sampai hati kita seperti ini.
Perhatikan, banyak kaum Muslim –bahkan lulusan S2, S3, bergelar profesor sekalipun– tak pernah sekalipun baca al-Quran al-Karim. Bertahun-tahun mereka bergelut membaca buku-buku yang super tebal yang jauh lebih tebal dari al-Qur’an al-Karim. Mereka kuasai itu buku yang super tebal. Sayangnya mereka masih tidak mengerti hukum-hukum Islam yang hanya berskala kecil-kecil untuk kebutuhan mereka sendiri. Padahal dalam al-Quran al-Karim, semuanya sudah tertuang sangat lengkap. Karena itu, jangan heran di berbagai media; seperti TV, radio, koran atau majalah dipenuhi pertanyaan masalah hukum agama yang mengulang-ulang dari tahun ke tahun. Sebut saja, pertanyaan seputar hukum zakat, thaharah, dan lain-lain. Padahal, jika mereka kaum Muslim mau merelakan waktunya membaca dan memahami al-Quran yang mulia itu, mereka akan paham kandungannya.
Yang terjadi sebaliknya, mengaku Muslim, tetapi selalui awam urusan kaum Muslim sendiri. Sungguh ironis!
Sejatinya kita bercermin kepada kehidupan orang-orang yang shalih. Mereka menjadikan al-Qur’an al-Karim sebagai buku bacaan hariannya. Mereka tidak pernah bosan dan kenyang dengan al-Qur’an al-Karim, sebagaimana diungkapkan oleh Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu,
“Kalau hati kita bersih, maka kita tidak pernah kenyang dengan al-Qur’an al-Karim.”
Lihatlah bagaimana Salafus saleh mampu menaklukan dunia, itu karena mereka senantiasa menanamkan al-Qur’an yang mulia dalam diri kehidupan mereka. Mereka senantiasa membaca al-Qur’an al-Karim, dan mereka pun mendapatkan banyak kebaikan. Sangat bertolak belakang dengan kondisi umat Islam saat ini, terjajah, terhina, dan tertindas oleh orang-orang kafir. Tidak sedikit yang dibunuh dengan terang-terangan. Bahkan lebih menyedihkan justru datang dari umat Muslim sendiri yang saling menjatuhkan, mengejek, menghina, menfitnah terhadap sesama Muslim. Semua ini dikarekan mereka sudah dijauhkan dari al-Qur’an al-Karim.
Mari mengaji dan belajar al-Qur’an al-Karim
Padahal, keuntungan yang besar bakal diperoleh bagi siapa pun yang dekat dengan al-Qur’an yang mulia itu. Berbagai keutamaan dan keuntungan akan diperoleh bagi orang yang membaca al-Qur’an al-Karim. Yang mana keuntungan tersebut tidak dimiliki oleh bacaan lainnya seperti surat kabar, majalah, buku, novel, dan sebagainya. Diantara keutamaan dan keuntungan orang yang membaca al-Qur’an al-Karim adalah;
Pertama, orang yang membaca al-Qur’an al-Karim akan mendapatkan syafaat (pertolongan) pada hari Kiamat nantinya berdasarkan sabda Rasulullah Muhammad SAW bersabda, ”Bacalah al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat nanti memberi syafaat bagi orang yang membacanya.” (H. R. Muslim). Tentunya tidak hanya sekedar membaca, juga mengamalkannya. Namun demikian, tanpa membaca al-Qur’an al-Karim maka tidak mungkin kita mengamalkannya. Selain Rasulllah SAW, tidak seorangpun yang mampu memberikan pertolongan kepada seseorang pada hari hisab, kecuali al-Qur’an al-Karim yang dibaca selama ia hidup di dunia.
Kedua, Rasulullah Muhammad SAW menegaskan bahwa orang yang terbaik di antara manusia adalah orang yang mau mempelajari dan mengajarkan al-Qur’an al-Karim, sesuai dengan sabdanya, ”Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an al-Karim dan yang mengajarkannya” (H.R. Bukhari). Oleh karena itu, orang yang terbaik di dunia ini bukanlah orang yang punya memiliki harta yang melimpah, jabatan maupun pangkat yang tinggi. Namun, disisi Allah SWT orang terbaik itu adalah orang yang mau belajar al-Qur’an al-Karim dan mengajarkan kepada orang lain.
Ketiga, orang yang pandai membaca al-Qur’an al-Karim akan disediakan tempat yang paling istimewa di surga bersama para malaikat yang suci. Sedangkan orang yang membaca terbata-bata (belum pandai), maka ia akan diberi dua pahala yaitu pahala mau belajar dan kesungguhan membaca, sesuai dengan sabda Rasulullah Muhammad SAW, ”Orang yang pandai membaca al-Qur’an al-Karim akan ditempatkan bersama kelompok para malaikat yang mulia dan terpuji. Adapun orang yang terbata-bata dan sulit membacanya akan mendapat dua pahala.” (H.R Bukhari & Muslim).
Keempat, kejayaan suatu umat Islam itu dengan membaca al-Qur’an al-Karim dan mengamalkannya. Namun sebaliknya, musibah yang menimpa umat ini disebabkan karena sikap acuh tak acuh kepada al-Qur’an al-Karim dan meninggalkannya. Rasulullah Muhammad SAW bersabda, ”Sesungguhnya Allah SWT meninggikan (derajat) ummat manusia ini dengan Al-Qur’an al-Karim dan membinasakannya pula dengan Al-Qur’an al-Karim.” (H.R Muslim). Inilah rahasia mengapa generasi awal umat Islam (generasi sahabat, tabi’in dan tabi’itabi’in) menjadi generasi terbaik umat ini sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Mengapa demikian? Jawabannya adalah karena mereka mengamalkan al-Qur’an al-Karim dan sunnah Rasul SAW. Maka Islampun berjaya pada masa-masa mereka, sehingga tersebar keseluruh penjuru dunia. Namun, setelah generasi tersebut sampai saat ini umat Islam meninggalkan al-Qur’an al-Karim sehingga umat Islam menjadi lemah dan hina karena dijajah oleh orang kafir, bahkan dizalimi dan dibunuh seenaknya oleh orang kafir akibat meninggalkan al-Qur’an yang mulia.
Kelima, orang yang membaca dan mendengar al-Qur’an akan mendapatkan sakinah, rahmah, doa malaikat dan pujian dari Allah SWT. Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda, ”Tidaklah suatu kaum berkumpul dalam salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah (al-Qur’an) dan mempelajarinya, melainkan ketenangan jiwa bagi mereka, mereka diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat, dan Allah menyebut nama-nama mereka di hadapan para malaikat yang ada di sisi-Nya.” (H.R Muslim). Memang, membaca dan mendengarkan ayat-ayat al-Qur’an menentramkan hati kita sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah Swt, ““...Ingatlah, hanya dengan zikir (mengingat) Allah hati menjadi tenang.”. (Q.S Ar-Ra’d: 28). Al-Qur’an al-Karim merupakan zikir yang paling afdhal (utama). Oleh karena itu, ketenangan tidaklah diperoleh dengan harta yang banyak, pangkat dan jabatan, namun diperoleh dengan sejauh mana interaksi kita dengan al-Qur’an yang mulia itu.
Keenam, mendapat pahala yang berlipat ganda. Rasulullah Muhamad SAW bersabda, ”Barangsiapa yang membaca satu huruf Kitabullah maka ia mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, tapi alif itu satu huruf.” (H.R at-Tirmizi). Bahkan, membaca “alif lam mim” saja kita mendapatkan pahala sebanyak 30 kebaikan, maka bagaimana dengan membaca sejumah ayat-ayat yang dalam satu halaman al-Qur’an al-Karim? Bahkan berapa jumlah pahala yang kita peroleh bila kita mampu membaca 1 juz dengan jumlah huruf ribuan atau ratusan ribu? Tentu pahalanya sangat banyak, bahkan kita tidak sanggup menghitungnya.
Dan masih banyak lagi keutamaan dan keuntungan yang akan diberikan kepada umat Islam yang mau berinteraksi dengan al-Qur’an yang mulia itu. Begitu hebatnya al-Qur’an yang mulia itu sampai-sampai membacanya saja menjadi ibadah yang sangat luar biasa dengan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Tidak ada bacaan manapun yang mampu menandingi bacaan seperti al-Qur’an al-Karim.
Coba renungkan sejenak, kapan terakhir kali Anda membaca al-Qur’an al-Karim? Setahun, sebulan, seminggu, atau Ramadhan yang lalu, atau sampai tidak ingat sama sekali karena lamanya tidak buka dan baca al-Qur’an al-Karim?. Sudahkah anda membaca al-Qur’an al-Karim hari ini? Kalau belum, jangan tunda-tunda lagi sebelum ajal datang tanpa kita ketahui, segera ambil air wudlu sekarang, cari mushaf al-Qur’an al-Karim Anda, bukalah al-Qur’an al-Karim tersebut, dan mulailah membaca al-Qur’an al-Karim, satu ayat, dua ayat, tiga ayat, satu halaman, dua halaman, satu juz, dua juz, hingga akhirnya khatam al-Qur’an al-Karim. Apabila belum bisa baca, segera cari guru yang menurut anda bisa mengajarkan Anda dengan baik. Tidak ada kata terlambat bagi orang yang mau belajar al-Qur’an yang mulia itu.
Mari jadikan membaca al-Qur’an al-Karim sebagai menu makanan kita sehari-hari. Apabila kita tidak makan maka kita akan mati kelaparan begitu pun dengan membaca al-Qur’an yang mulia, bila kita tidak membacanya sehari saja maka hati kita akan kelaparan dan akhirnya bisa mati.
Sahabat, sudahkan Anda membaca al-Qur’an hari ini…?


(KH. Abdullah Syafi’i/Muhammad Yusran Hadi, Lc, MA/Hidayatullah.com/elhooda)
 

Jumat, 23 Maret 2012

Hukum Berburuk Sangka Dan Mencari Kesalahan

Oleh
Syaikh Abdul Muhsin Bin Hamd Al-‘Abbad Al-Badr
dikutip dari www.almanhaj.or.id


Allah Ta’ala berfirman.

“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-car kesalahan orang lain” [Al-Hujurat : 12]

Dalam ayat ini terkandung perintah untuk menjauhi kebanyakan berprasangka, karena sebagian tindakan berprasangka ada yang merupakan perbuatan dosa. Dalam ayat ini juga terdapat larangan berbuat tajassus ialah mencari-cari kesalahan-kesalahan atau kejelekan-kejelekan orang lain, yang biasanya merupakan efek dari prasangka yang buruk.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah seduta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari hadits no. 6064 dan Muslim hadits no. 2563]

Amirul Mukminin Umar bin Khathab berkata, “Janganlah engkau berprasangka terhadap perkataan yang keluar dari saudaramu yang mukmin kecuali dengan persangkaan yang baik. Dan hendaknya engkau selalu membawa perkataannya itu kepada prasangka-prasangka yang baik”

Ibnu Katsir menyebutkan perkataan Umar di atas ketika menafsirkan sebuah ayat dalam surat Al-Hujurat.

Bakar bin Abdullah Al-Muzani yang biografinya bisa kita dapatkan dalam kitab Tahdzib At-Tahdzib berkata : “Hati-hatilah kalian terhadap perkataan yang sekalipun benar kalian tidak diberi pahala, namun apabila kalian salah kalian berdosa. Perkataan tersebut adalah berprasangka buruk terhadap saudaramu”.

Disebutkan dalam kitab Al-Hilyah karya Abu Nu’aim (II/285) bahwa Abu Qilabah Abdullah bin Yazid Al-Jurmi berkata : “Apabila ada berita tentang tindakan saudaramu yang tidak kamu sukai, maka berusaha keraslah mancarikan alasan untuknya. Apabila kamu tidak mendapatkan alasan untuknya, maka katakanlah kepada dirimu sendiri, “Saya kira saudaraku itu mempunyai alasan yang tepat sehingga melakukan perbuatan tersebut”.

Sufyan bin Husain berkata, “Aku pernah menyebutkan kejelekan seseorang di hadapan Iyas bin Mu’awiyyah. Beliaupun memandangi wajahku seraya berkata, “Apakah kamu pernah ikut memerangi bangsa Romawi?” Aku menjawab, “Tidak”. Beliau bertanya lagi, “Kalau memerangi bangsa Sind, Hind (India) atau Turki?” Aku juga menjawab, “Tidak”. Beliau berkata, “Apakah layak, bangsa Romawi, Sind, Hind dan Turki selemat dari kejelekanmu sementara saudaramu yang muslim tidak selamat dari kejelekanmu?” Setelah kejadian itu, aku tidak pernah mengulangi lagi berbuat seperti itu” [Lihat Kitab Bidayah wa Nihayah karya Ibnu Katsir (XIII/121)]

Komentar saya : “Alangkah baiknya jawaban dari Iyas bin Mu’awiyah yang terkenal cerdas itu. Dan jawaban di atas salah satu contoh dari kecerdasan beliau”.

Abu Hatim bin Hibban Al-Busti bekata dalam kitab Raudhah Al-‘Uqala (hal.131), ”Orang yang berakal wajib mencari keselamatan untuk dirinya dengan meninggalkan perbuatan tajassus dan senantiasa sibuk memikirkan kejelekan dirinya sendiri. Sesungguhnya orang yang sibuk memikirkan kejelekan dirinya sendiri dan melupakan kejelekan orang lain, maka hatinya akan tenteram dan tidak akan merasa capai. Setiap kali dia melihat kejelekan yang ada pada dirinya, maka dia akan merasa hina tatkala melihat kejelekan yang serupa ada pada saudaranya. Sementara orang yang senantiasa sibuk memperhatikan kejelekan orang lain dan melupakan kejelekannya sendiri, maka hatinya akan buta, badannya akan merasa letih dan akan sulit baginya meninggalkan kejelekan dirinya”.

Beliau juga berkata pad hal.133, “Tajassus adalah cabang dari kemunafikan, sebagaimana sebaliknya prasangka yang baik merupakan cabang dari keimanan. Orang yang berakal akan berprasangka baik kepada saudaranya, dan tidak mau membuatnya sedih dan berduka. Sedangkan orang yang bodoh akan selalu berprasangka buruk kepada saudaranya dan tidak segan-segan berbuat jahat dan membuatnya menderita”.

[Disalin dari buku Rifqon Ahlassunnah Bi Ahlissunnah Menyikapi Fenomena Tahdzir dan Hajr, Penulis Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al’Abbad Al-Badr, Terbitan Titian Hidayah Ilahi]











sumber : http://renilightofeyes.abatasa.com/post/detail/924/hukum-berburuk-sangka-dan-mencari-kesalahan-

Senin, 26 September 2011

Antara Nasihat dan Fadhihah (Membuka Aib)



Kirim Print
pp0400Muhammad bin Ali Al-Su’wi
Sesungguhnya memberikan nasihat kepada kaum muslimin; baik berupa bimbingan kepada kebenaran yang nyata atau pun peringatan dari kebatilan dan para pelakunya, terhitung bagian dari agama.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا الدِّينُ النَّصِيحَةُ قَالُوا لِمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ
Rasulullah saw. bersabda: “Agama adalah nasihat”, para sahabat bertanya: “Untuk siapa?”. Rasulullah saw. bersabda: “Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan kaum muslimin secara umum”. (Bukhari, Muslim dan ahli hadits lainnya)
Al-Khaththabi berkata: “Nasihat adalah sebuah kosa kata yang bersifat merangkum dan menghimpun banyak arti, maknanya adalah: mendatangkan kebaikan kepada pihak yang dinasihati”.
Tidak diragukan lagi bahwa manusia berpotensi salah dan cenderung menyimpang dari al-haq dan kebenaran. Tersebut dalam hadits:
كُلُّ بَنِيْ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ اَلتَّوَّابُوْنَ
“Semua anak keturunan manusia bersifat salah, dan sebaik-baik mereka yang salah adalah yang paling banyak bertaubat”. (Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Dan termasuk hak seorang muslim atas muslim lainnya adalah hendaklah ia menunjukkan kepada saudaranya tentang aib dan kesalahannya, dan hendaklah ia menasihatinya dalam perkara dan urusannya. Tetapi, nasihat itu hendaklah dilakukan dengan lembut dan hikmah. Hendaklah seorang muslim berhati-hati, jangan sampai menghina saudaranya dan menuduhnya hanya berdasar kepada sekedar persangkaan saja, sebab, persangkaan itu adalah seburuk-buruk pembicaraan, dan cukuplah hal ini sebagai kejahatan. Rasulullah saw. bersabda:
بِحَسْبِ اِمْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ اَلْمُسْلِمَ
“Cukuplah seseorang itu menjadi jahat saat ia menghina saudaranya yang muslim” (Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Jika ada mendengar – seorang muslim – tentang saudara muslim lainnya sesuatu yang tidak disuka, jangan segera membenarkan perkataan tentang saudaranya itu. Justru kewajibannya adalah untuk melakukan tatsabbut (klarifikasi) sehingga dirinya mendapatkan keyakinan tentangnya, sebab, kebanyakan manusia telah terbiasa menyebarluaskan keburukan secara bathil, dan banyak pula manusia yang suudzan (buruk sangka) nya lebih cepat daripada husnuzhan (berbaik sangka) nya, oleh karena itu, jangan membenarkan setiap perkataan, walaupun dirinya mendengarnya berulang kali sehingga dirinya mendengarnya dari yang menyaksikan secara langsung, dan jangan membenarkan orang yang menyaksikannya secara langsung sehingga dirinya memastikan kebenaran atas apa yang disaksikannya, dan jangan membenarkan orang yang telah membuktikan kesaksiannya sehingga dirinya memastikan kebersihannya dari tendensi khusus dan hawa nafsu. Untuk inilah Allah swt. memerintahkan kepada kita untuk menjauhi banyak persangkaan, dan memandang sebagian persangkaan itu sebagai dosa, sebab zhan itu bertolak belakang dengan ilmu dan ia tidak memberi arti apa-apa terhadap kebenaran. Allah swt. berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا
“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain”. (Al-Hujurat: 12).
Firman Allah yang lain:
وَمَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئًا
“Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuan pun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan, sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran” (An-Najm: 28).
Dan jika seseorang melihat suatu urusan, atau sampai kepadanya tentang saudaranya suatu perkataan yang memiliki dua kemungkinan arti, maka, bawalah maksud perkataannya itu kepada maksud yang baik, sebab yang demikian ini lebih sesuai dengan akhlaq mulia dan lebih mencerminkan ukhuwwah yang bening. Umar bin Al-Khaththab ra. Berkata:
لاَ تَظُنَّنَّ بِكَلِمَةٍ خَرَجَتْ مِنْ أَخِيْكَ الْمُؤْمِنِ إِلاَّ خَيْرًا وَأَنْتَ تَجِدُ لَهَا فِي الْخَيْرِ مَحْمَلاً
 ”Janganlah kamu menyangka satu kosa kata yang keluar dari saudara mukmin mu kecuali kebaikan, sedangkan engkau mendapati kemungkinan maksud yang baik dari perkataannya”. (Ahmad)
Puteri dari Abdullah bin Muthi’ berkata kepada suaminya Thalhah bin Abdurrahman bin Auf  ra. Di zamannya Thalhah adalah orang Quraisy yang paling derma. Istrinya berkata: “Saya tidak melihat satu kaum yang lebih buruk dari saudara-saudaramu!”. Thalhah berkata kepada istrinya: “hush hush! Kenapa demikian?”. Istrinya menjawab: “Saya melihat mereka, kalau kamu sedang ada uang, mereka nempel terus kepadamu, dan jika kamu sedang tidak mempunyai apa-apa, mereka meninggalkanmu”. Maka Thalhah berkata kepada istrinya: “Ini, demi Allah, adalah bukti bahwa mereka berakhlaq mulia, mereka datang kepada kita saat kita mampu memuliakan mereka, dan mereka meninggalkan kita saat kita tidak mampu memenuhi hak-hak mereka”.
Coba kita lihat, bagaimana Thalhah men-ta’wil-kan perbuatan saudara-saudaranya terhadapnya, padahal perbuatan itu jelas buruk dan tidak kenal budi, namun demikian, ia memandangnya sebagai bentuk kesetiaan dan kemuliaan.
Jika seorang muslim  melihat saudara muslim lainnya melakukan kesalahan yang tidak dapat diterima alasannya atau tidak bisa ditafsirkan lain, maka menjadi kewajibannya untuk datang kepadanya guna memberi nasihat secara rahasia, antara dirinya dan saudaranya saja, bukan di depan khalayak, sebab manusia tidak ingin aibnya diketahui oleh siapa pun, jika dirinya menasihati saudaranya secara rahasia, maka hal ini lebih berpeluang untuk diterima, lebih menunjukkan ikhlas dan jauh dari syubhat. Adapun jika dirinya menasihati saudaranya secara terbuka, di depan banyak orang, maka pada yang demikian ini terdapat syubhat dendam dan popularisasi keburukan, menonjolkan sisi kelebihan diri dan ilmu yang dimiliki. Dan hal ini merupakan penghalang yang mencegah pihak yang dinasihati untuk mendengarkan nasihat serta mengambil pelajaran darinya.
Di antara akhlaq Nabi saw. dan adabnya dalam mengingkari kemunkaran dan memperjelas kebenaran adalah bahwa jika sampai kepada beliau tentang satu atau sekelompok orang yang melakukan kemunkaran, maka beliau tidak menyebutkan nama mereka secara terbuka, beliau hanya bersabda: “Kenapa ada orang yang berbuat begini dan begini”, lalu orang yang dimaksud memahami bahwa dia lah yang dimaksud oleh nasihat itu. Dan hal ini termasuk cara memberi nasihat dan cara mentarbiyah yang paling tinggi.
Imam Syafi’i berkata:
مَنْ وَعَظَ أَخَاهُ سِرًّا فَقَدْ نَصَحَهُ وَزَانَهُ، وَمَنْ وَعَظَهُ عَلاَنِيَّةً فَقَدْ فَضَحَهُ وَشَانَهُ
“Siapa yang memberi mauizhah kepada saudara secara rahasia, maka ia telah menasihati dan memperbaikinya, dan siapa yang memberi mauizhah secara terbuka, berarti ia telah membuka aibnya dan memperburukkannya”
Jadi, seorang mukmin yang memberi nasihat, ia tidak memiliki tujuan untuk mempublikasikan aib orang yang dinasihatinya. Tujuannya tidak lain adalah menghilangkan kemaksiatan yang ia terjatuh kepadanya, sebab ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.
Adapun mempublikasikan dan menampakkan aib, maka hal ini termasuk yang diharamkan Allah swt. dan Rasul-Nya saw. Allah swt berfirman:
إِنَّ الَّذِيْنَ يُحِبُّوْنَ أَنْ تَشِيْعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِيْنَ آمَنُوْا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ
“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka adzab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (An-Nur: 19).
Jadi, ada perbedaan antara orang yang bertujuan menasihati dan orang yang bertujuan membuka aib. Yang mencampur adukkan di atara keduanya hanyalah orang yang berakal tidak sehat. Hukuman bagi orang yang menyebar luaskan keburukan atas terhadap saudaranya yang beriman dan terus menerus mencari aib-aibnya serta membuka auratnya adalah Allah swt. akan mencari-cari auratnya, lalu membukanya di depan publik walaupun setelah beberapa tempo lamanya, kecuali jika ia bertaubat.
Di antara pertanda ta’yir (mencacat) dan tasyhir (mempopulerkan aib) adalah: menampakkan dan mempublikasikan keburukan dalam kemasan nasihat, ia mengklaim bahwa yang mendorongnya adalah tahdzir (memberi peringatan) atas ucapan dan perbuatannya, dan Allah mengetahui bahwa maksudnya adalah tahqir (merendahkan) dan adza (menyakiti).
Contoh hal ini adalah seseorang mencela orang lain dan menunjukkan kekurangannya serta menampakkan aibnya supaya manusia berlari darinya, namun maksudnya adalah keinginannya untuk menyakitinya karena permusuhan dirinya terhadapnya atau karena sebab-sebab tercela lainnya, dirinya tidak mampu mencapai tujuan ini kecuali dengan menampakkan celaan padanya, baik karena adanya sebab dini (agama) atau pun duniawi. Maka, siapa yang melakukan perbuatan demikian, ini merupakan pertanda adanya penyakit dalam hatinya, meskipun hal ini terjadi dari orang yang bersumpah bahwa tidak ada tujuan kecuali kebaikan, sedangkan Allah swt, menjadi saksi bahwa mereka adalah orang-orang yang bohong.
Dan siapa saja yang terkena bencana makar ini, yaitu saat ia dihina, dicacat, ditampakkan sisi kekurangannya, maka hendaklah ia bertakwa dan bersabar, sebab kesudahannya pasti milik yang bertakwa,
وَلاَ يَحِيْقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلاَّ بِأَهْلِهِ
“Dan makar buruk itu tidak menghancurkan kecuali pelakunya” (Fathir: 43)
Ketahuilah bahwa sebagian pemberi nasihat dan pengkritik dalam berbagai majlis, juga sebagian penulis di koran dan semacamnya, terperosok dalam sebagian kesalahan dan kekeliruan yang menyebabkan merenggangnya hubungan, di mana nashihah (memberi nasihat tanpa membuka aib) berubah menjadi fadhihah (membuka aib), tadzkir (memberi pengingatan) berubah menjadi tasyhir (publikasi keburukan). Dan hal ini bukanlah sesuatu yang diridhai Islam.
Ibnu Rajab berkata: ketahuilah bahwa menyebut manusia dengan sesuatu yang tidak disukainya adalah haram, jika maksudnya sekedar mencela, mencacat dan menampakkan kekuarangan. Adapun jika dalam hal ini terdapat kemaslahatan umum bagi kaum muslimin atau kemaslahatan khusus bagi sebagian mereka, dan maksudnya adalah menghasilkan kemaslahatan ini, maka hal ini tidaklah diharamkan, bahkan disunnatkan. Hal ini telah ditetapkan oleh para ulama hadits dalam kitab mereka dalam pembahasan al-jarh wat-ta’dil. Mereka menyebutkan perbedaan antara melakukan tajrih terhadap para perawi dan dengan ghibah. Mereka membantah orang-orang yang menyamakan di antaranya keduanya, baik yang menyamaratakan itu dari kalangan ahli ibadah maupun dari kalangan lainnya dari orang-orang yang belum luas ilmunya, dan tidak ada perbedaan antara orang yang diterima riwayatnya dari mereka yang yang tidak diterima
Jika tujuannya adalah memperjelas kebenaran, maka hal ini masuk dalam pengertian nasihat. Dan jika tujuannya adalah menunjukkan kekurangan yang berkata, menampakkan kebodohan dan kelemahannya dalam ilmu, maka hal ini adalah perbuatan haram, baik bantahan itu dilakukan dihadapan orang yang dibantah atau pun dilakukan tidak dihadapannya, baik dilakukan semasa hidupnya maupun dilakukan sepeninggalnya, dan hal ini tercakup dalam hadits nabi saw.:
يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يَدْخُلِ اْلإِيْمَانُ قَلْبَهُ، لاَ تَغْتَابُوْا اَلْمُسْلِمِيْنَ وَلاَ تَتَّبِعُوْا عَوْرَاتِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنْ اِتَّبَعَ عَوْرَاتِهِ يَتَّبِعُ الهُه عَوْرَتَهُ، وَمَنْ يَتَّبِعِ اللهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحُهُ وَلَوْ فِيْ جَوْفِ بَيْتِهِ
“Wahai orang-orang yang beriman dengan mulutnya, sementara keimanan belum masuk ke dalam hatinya, janganlah kalian melakukan ghibah terhadap kaum muslimin, dan jangan pula mencari-cari auratnya, sebab, siapa saja yang mencari-cari auratnya, maka Allah swt. akan mencari-cari auratnya, dan siapa yang dicari-cari auratnya oleh Allah swt. niscaya Dia akan membuka kartunya walaupun ia berada di dalam rumahnya” (HR. Abu Daud dan lainnya. Lihat Aun al-Ma’bud 13/224).
Sangat bagus kalau seorang muslim menjadi benteng yang kokoh yang membela dan melindungi harga diri saudara muslim nya dan menjaga citranya, terlebih lagi jika dihadapannya disebutkan keburukan saudaranya sesuatu yang tidak disukainya. Rasulullah saw. bersabda:
مَنْ رَدَّ عِرْضَ أَخِيْهِ اَلْمُسْلِمِ رَدَّ اللهُ عَنْ وَجْهِهِ اَلنَّارَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Siapa yang membela harga diri saudaranya yang muslim, niscaya Allah swt. menjaga wajahnya dari neraka pada hari kiamat” (HR. At-Tirmidzi, shahih)
Dan hHendaklah kita semua tsiqah terhadap saudara kita dan berhati tenteram kepadanya, dan janganlah kita men-ta’wil-kan omongannya kecuali dengan baik, selama omongan itu masih memungkinkan ditafsirkan baik, supaya kita berbahagia dalam urusan agama dan dunia kita, dan supaya kita selamat pada hari kiamat,
يَوْمَ لاَ يَنْفَعُ مَالٌ وَلاَ بَنُوْنَ إِلاَّ مَنْ أَتَى اللهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ
“Yaitu hari dimana harta dan anak lakui-laki tidak memberi manfaat, kecuali yang datang kepada Allah swt dengan hati selamat” (Asy-Syu’ara: 88 – 89).
Kita memohon kepada Allah swt. agar Dia mensucikan hati kita dari ghill (dengki), dendam dan iri, dan semoga Dia memberikan kepada kita hati yang selamat, mulut yang jujur, ilmu yan bermanfaat dan amal yang shalih.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيم
“Ya Rabb Kami, beri ampunlah Kami dan saudara-saudara Kami yang telah beriman lebih dulu dari Kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati Kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb Kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (Al-Hasyr:10)

Selasa, 06 September 2011

Kenapa Saat Kita Terkena Liur Anjing Harus Dicuci Dengan Tanah ?






Ternyata  hal  ini  sudah  diberitahukan  pada  kita  sejak  1400  tahun  yang lalu.
Ilmuwan  membuktikan  jika  Virus  anjing  itu  sangat  lembut  dan  kecil. Sebagaimana  diketahui,  semakin  kecil  ukuran  mikroba,  ia  akan  semakin efektif  untuk  menempel  dan melekat  pada  dinding  sebuah  wadah.

Air  liur  anjing  mengandung  virus  berbentuk  pita  cair.  Dalam  hal  ini tanah  berperan  sebagai  penyerap mikroba  berikut  virus-virusnya  yang  menempel  dengan  lembut  pada wadah.

Perhatikan  kata  Rosulullah  berikut  : Dari  Abu  Hurairah  RA,  Rasulullah  SAW  bersabda :
Sucinya  wadah  seseorang  saat  dijilat  anjing  adalah  dengan  membasuhnya tujuh  kali, salah  satunya  dengan  menggunakan  tanah.

Dari  Abu  Hurairah  RA,  Rasulullah  SAW  bersabda :
Apabila  anjing  menjilat  wadah  seseorang,  maka  keriklah  (bekasnya) lalu  basuhlah  wadah  itu  tujuh  kali.  (HR.  Muslim)

BAHAYA  LIUR  ANJING

Air  liur  anjing  dari  jenis  apapun  berbahaya  bagi  manusia. Persatuan  Dokter  Kesehatan  Anak  di  Munich-Jerman,  mengungkapkan  bahwa air  liur  anjing  mengandung berbagai  kuman  penyebab  penyakit.
Bakteri  tersebut  dapat  masuk  dan  menyerang  organ  dalam  manusia melalui  sistem  terbuka.
Resiko  tertular  penyakit  kian  besar  apabila  terkena  gigitan  anjing.

Siapa  yang  menjadikan  anjing  -kecuali  anjing  penjaga  ternak,  atau anjing  pemburu,  atau  anjing  penjaga  tanaman niscaya  berkuranglah  satu  qirath  pahalanya  setiap  hari .





Bahaya  anjing  tidak  hanya  pada  liurnya  saja.

Menurut  peneliti  dari  Universitas  Munich,  menyatakan  bahwa  memelihara anjing  meningkatkan  resiko  kanker  payudara.
Peluang  dan  resiko  mengidap  kanker  oleh  karena  memelihara  anjing  jauh lebih  besar  dibanding  memelihara  piaraan lain  seperti  kucing  dan  kelinci.

Sebanyak  79,7  %  penderita  kanker  payudara  ternyata  sering  bercanda dengan  anjing,  diantaranya  dengan  memeluk, mencium,  menggendong,  memandikan,  dan  semua  aktivitas  perawatan anjing.
Hanya  4,4  %  pasien  yang  tidak  memiliki  hewan  peliharaan.

MENGAPA  MESTI  DIBERSIHKAN  PAKE  TANAH

Tanah,  menurut  ilmu  kedokteran  modern  diketahui  mengandung  dua  materi yang  dapat  membunuh  kuman-kuman, yakni:  tetracycline  dan  tetarolite.  Dua  unsur  ini  digunakan  untuk proses  pembasmian (sterilisasi)  beberapa  kuman.

Eksperimen  dan  beberapa  hipotesa  menjelaskan  bahwa  tanah  merupakan unsur  yang  efektif  dalam  membunuh  kuman.

Anda  juga  bakal  terkejut  ketika  mengetahui  tanah  kuburan  orang  yang meninggal  karena  sakit  aneh  dan  keras, yang  anda  kira  terdapat  banyak  kuman  karena  penyakitnya  itu,  ternyata para  peneliti  tidak  menemukan  bekas apapun  dari  kuman  penyakit  tersebut  di  dalam  kandungan  tanahnya.

Menurut  Muhammad  Kamil  Abd  Al  Shamad,  tanah  mengandung  unsur  yang cukup  kuat  menghilangkan  bibit-bibit penyakit  dan  kuman-kuman.

Hal  ini  berdasarkan  bahwa  molekul-molekul  yang  terkandung  di  dalam tanah  menyatu  dengan  kuman-kuman  tersebut, sehingga  mempermudah  dalam  proses  sterilisasi  kuman  secara keseluruhan.
Ini  sebagaimana  tanah  juga  mengandung  materi-materi  yang  dapat mensterilkan  bibit-bibit  kuman  tersebut.

Para  dokter  mengemukakan,  kekuatan  tanah  dalam  menghentikan  reaksi air  liur  anjing  dan  virus-virus  di  dalamnya lebih  besar  karena  perbedaan  dalam  daya  tekan  pada  wilayah  antara cairan  (air  liur  anjing)  dan  tanah.



Dr.  Al  Isma'lawi  Al-Muhajir  mengatakan  anjing  dapat  menularkan  virus tocks  characins,  virus  ini  dapat  mengakibatkan kaburnya  penglihatan  dan  kebutaan  pada  manusia.

Fakta  tentang  anjing  yang  tak  banyak  diketahui

Dr.  Ian  Royt  menemukan  180  sel  telur  ulat  dalam  satu  gram  bulunya, seperempat  lainnya  membawa  71  sel  telur  yang mengandung  jentik-jentik  kuman  yang  tumbuh  berkembang,  tiga  di antaranya  dapat  matang  yang  cukup  dengan menempelkannya  pada  kulit.  Sel-sel  telur  ulat  ini  sangat  lengket dengan  panjang  mencapai  1  mm.

Data  statistik  di  Amerika  menunjukan  bahwa  terdapat  10  ribu  orang yang  terkena  virus  ulat  tersebut, kebanyakan  adalah  anak-anak.

Secara  ilmiah,  anjing  dapat  menularkan  berbagai  macam  penyakit  yang membahayakan  karena  ada  ulat-ulat  yang  tumbuh  berkembang  biak  dalam  ususnya.  Para  dokter  menguatkan bahaya  ulat  ini  dan  racun  air  liur  yang disebabkan  oleh  anjing.

Biasanya  penyakit  ini  berpindah  pada  manusia  atau  hewan  melalui  air liur  pembawa  virus  yang  masuk  pada bekas  jilatannya  atau  pada  luka  yang  terkena  air  liurnya.

Ketika  ulat-ulat  ini  sampai  pada  tubuh  manusia,  maka  ia  akan bersemayam  di  bagian  organ  tubuh  manusia  yaitu  paru-paru.  Ulat  yang  bersemayam  di  paru-paru,  yang  bertempat  di hati  dan  beberapa  organ  tubuh  bagian dalam  lainnya,  mengakibatkan  terbentuknya  kantong  yang  penuh  dengan cairan.  Dari  luar,  kantong  ini  diliputi oleh  dua  lapisan  dengan  ukuran  kantong  sebesar  bentuk  kepala  embrio. Penyakit  tersebut  berkembang  dengan  lambat.
Ulat  Echinococcosis  dapat  tumbuh  berkembang  di  dalam  kantong  itu selama  bertahun-tahun.

SUBHANALLAH....lebih  dari  1400  tahun  yang  lalu  Nabi  SAW  telah menyarankan  untuk  tidak  bersentuhan  dengan anjing  dan  air  liurnya,  dan  telah  memerintahkan  untuk  membasuhnya (jika  terkena)  dengan  tujuh  kali  siraman  yang salah  satunya  menggunakan  tanah.

Sumber  :  wisbenbae.blogspot.com